"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

Gebu Minang Tidak Familiar Dikampung Halaman Sendiri

 


Padang (PN) - Gebu Minang atau Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau, adalah suatu organisasi masyarakat Minangkabau yang bertujuan menghimpun dan membina potensi masyarakat Minang yang berada di perantauan di bidang ekonomi dan kebudayaan.


Saat ini Munas VII Gebu Minang tengah berlangsung (25 - 27/05/2022), dengan Provinsi Sumatera Barat sebagai tuan rumah.


Sebagaimana diketahui, saat ini DPW Gebu Minang Provinsi Sumbar diketahui oleh Fadly Amran Datuak Paduko Malano yang saat ini juga menjabat sebagai Walikota Padang Panjang.


Ditengah besarnya organisasi dan kemegahan Munas VII Gebu Minang, ada hal yang cukup menggelitik, ternyata organisasi Gebu Minang tidak  Familiar dikalangan akarrumput (masyarakat bawah).


Hal tersebut dibuktikan dari wawancara pada beberapa stan pameran di Munas VII Gebu Minang, yang bertempat di Truntum Hotel Padang.


Teti, salahsatu penghuni stan pameran menjelaskan, "ini baru pertama kalinya saya ikut pameran di acara Gebu Minang, dan ini juga diajak oleh teman (bu Dian) yang kebetulan beliau bagian dari unsur kepanitiaan" ungkap pelaku UMKM yang memproduksi Kain Songket ini.


Pemilik usaha Kain Songket 7 Saudara ini juga mengaku baru mendengar nama organisasi Gebu Minang.


Terkait pernahkah Gebu Minang mengudang atau melakukan pembinaan terhadap usahanya..?, sembari tersenyum Teti menjawab belum pernah.


Saat ditanyakan, apakah stan ini berbayar.., Teti menjelaskan tidak, namun jika ada barang yang laku akan dikontribusikan ke bu Dian sebesar 10 % dari hasil penjualan, ungkapnya.


Hampir senada, hal yang sama juga diungkapkan oleh Erna Wati pemilik ER Bordir, hingga saat ini belum pernah Gebu Minang memberikan pelatihan kepada dirinya, tapi kalau dari Dinas Provinsi/Kota sudah sering".


Terkait stan pameran, Erna menyampaikan, "tempat ini gratis" jelasnya. dan terkait kontribusi.., itu hanya sekedar kesukarelaan dan tidak ada paksakan, terangnya.


Hal yang sama juga terungkap, saat tim media ini minum kopi di lokasi kuliner malam (25/05), yang berada tepat didepan Hotel Truntum tempat Munas diselenggarakan, mereka yang ditanyai sama sekali tidak pernah tau apa itu Gebu Minang.


Terkait kurang familiarnya Organisasi Gebu Minang ditingkat akarrumput (masyarakat bawah), Muhammad Rafik Perkasa Alamsyah, Ketua pemuda dan olahraga tidak menampik hal tersebut.


"Kami mengakui hal tersebut" unggkap Muhammad Rafik disela-sela Munas VII Gebu Minang. (26/05).


"Dan hal ini menjadi perhatian yang akan kami benahi" tegasnya.


Selain peningkatan bidang ekonomi dan budaya ranah dan rantau, Muhammad Rafik juga berharap, Organisasi Gebu Minang ini menjadi Diaspora suku Minang, 


"Organisasi Gebu Minang harus menjadi Diaspora suku Minang, yang bisa menjadi ujung tombak demi kebaikan bersama orang-orang Minang, serta terus berkontribusi besar dan nyata untuk Indonesia yang lebih maju kedepannya" harap Muhammad Rafik. (AD)

Posting Komentar

0 Komentar